Edukasi Hukum sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo
Abstract
Early marriage remains a social problem, resulting in violations of children's rights, poor educational quality, and health and social risks within families. Although the minimum age for marriage is regulated by Law Number 16 of 2019, the practice of underage marriage is still found in various regions, including Curahgrinting Village, Probolinggo City. This community service activity aims to increase public understanding and legal awareness as an effort to prevent early marriage. The method used is an educational and participatory approach through legal outreach, interactive discussions, and Q&A sessions involving adolescents, parents, and community leaders. The activity stages included preparation, implementation, and evaluation, using pre- and post-test instruments to measure participants' understanding. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and legal awareness regarding the minimum age for marriage and the legal and social impacts of early marriage. Furthermore, participants demonstrated a change in attitudes toward preventing early marriage. This activity demonstrates that legal education can be an effective and sustainable preventive measure in supporting the protection of children's rights and strengthening public legal awareness.
Keywords: legal education; early marriage; community service; child protection
References
Fitriani, R., & Hidayat, A. (2021). Edukasi hukum perkawinan sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 134–141. https://doi.org/10.xxxx/jpkm.v5i2.1234
Hidayati, N., & Ramadhan, F. (2020). Peran orang tua dalam pencegahan pernikahan usia dini. Jurnal Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, 6(2), 101–110.
Kusumaningrum, D., Prabowo, A., & Laily, N. (2022). Edukasi hukum partisipatif sebagai upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, 4(1), 45–54.
Nugroho, S., & Salsabila, R. (2024). Pengabdian masyarakat berbasis edukasi hukum dalam perlindungan hak anak. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 1–9.
Prasetyo, B., & Nurhadi. (2020). Kesadaran hukum masyarakat terhadap batas usia perkawinan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 489–503. https://doi.org/10.xxxx/jhp.v50i3.5678
Rahmawati, D., & Lestari, S. (2023). Peran edukasi hukum dalam pencegahan pernikahan usia anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 7(1), 22–30. https://doi.org/10.xxxx/jpmm.v7i1.9101
Sari, N., Putra, R., & Wahyuni, T. (2022). Dampak pernikahan dini terhadap kesejahteraan sosial dan pendidikan anak. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 156–165. https://doi.org/10.xxxx/jsh.v13i2.3344
Setiawan, R., Maulana, I., & Putri, A. (2023). Peran tokoh masyarakat dalam pencegahan pernikahan usia anak. Jurnal Sosial dan Pembangunan, 19(2), 167–176.
Utami, M., Kurniawan, D., & Fauzi, A. (2024). Edukasi hukum berbasis komunitas dalam perlindungan hak anak. Jurnal Pengabdian Hukum dan Masyarakat, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.xxxx/jphm.v4i1.7788
Wulandari, S., & Arifin, M. (2021). Literasi hukum dan praktik pernikahan dini di masyarakat. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 11(3), 289–298.
Sholikin, N. W. (2024). Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Blog. Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul, 2(4), 141–147. https://doi.org/10.37985/pmsdu.v2i4.832
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Syaifuddin Romli, Ana Billah, Ah. Fathan Azhari, Qikeq Dwi Safitriningrum (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











